Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Selain menjaga kendali, transformasi menjadi Perseroda juga akan memperkuat identitas Bank NTT sebagai bank milik daerah, sehingga orientasi bisnis lebih fokus pada pembangunan ekonomi Nusa Tenggara Timur. “Kalau masih berbentuk PT biasa, secara aturan bisa ekspansi ke seluruh Indonesia. Tapi sebagai Perseroda, kita ingin memastikan bahwa uang masyarakat NTT digunakan untuk membangun ekonomi di NTT, bukan untuk pembiayaan di daerah lain,” tegasnya.
Dari sisi operasional dan sistem perbankan, Bank NTT telah mengikuti ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), sehingga transformasi tidak akan mengganggu kinerja yang sudah berjalan.
Fokus Penyaluran KUR hingga Rp350 Miliar
Charlie Paulus yang baru menjabat selama 6 bulan juga tengah mendorong penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) dengan alokasi sebesar Rp350 miliar, yang terdiri dari Rp300 miliar untuk sektor usaha dan Rp50 miliar untuk pekerja migran. Ia mengingatkan masyarakat agar memanfaatkan kredit secara bijak. “Kredit itu untuk usaha, bukan untuk konsumsi. Ini harus dipahami supaya tidak terjadi kredit macet,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya peran pemerintah daerah dalam menjaga stabilitas ekonomi masyarakat, terutama bagi debitur yang berpotensi mengalami kesulitan pembayaran akibat kehilangan pendapatan. “Ini bukan hanya soal kredit macet, tapi juga menyangkut keberlangsungan hidup masyarakat. Perlu ada solusi bersama, termasuk kemungkinan pemberdayaan atau bantuan pekerjaan,” katanya.
