Bank NTT dan Pemkab Ngada Luncurkan Pembayaran Retribusi Pasar Secara Digital di Bajawa

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Selain meningkatkan transparansi, digitalisasi juga dipercaya mampu menekan biaya operasional pemerintah daerah, khususnya biaya percetakan karcis retribusi. Di sisi lain, pedagang juga dapat mengetahui secara jelas besaran retribusi yang harus dibayarkan.

Wili menambahkan bahwa tahap awal penerapan dilakukan di tujuh pasar di Kabupaten Ngada, dengan Pasar Aimere sebagai lokasi prioritas karena jumlah pedagangnya cukup besar. “Ada tujuh pasar yang kita terapkan sistem ini. Hari ini kami mulai dari pasar yang jumlah pedagang cukup banyak, salah satunya Pasar Aimere,” jelasnya. Fasilitas penagihan dan dukungan teknis disiapkan oleh Bank NTT Cabang Bajawa.

Bacaan Lainnya

Kepala Bank NTT Cabang Bajawa, Devideris D. Harri Seso, menyatakan bahwa sistem pembayaran digital dirancang untuk mempermudah petugas melakukan penarikan retribusi secara cepat, efisien, dan real time. “Karena pungutan yang dilakukan di pasar terkoneksi dengan sistem bank dan dapat langsung terbaca di dashboard Bapenda yang diberikan oleh pihak Bank NTT,” katanya.

Dalam mekanismenya, setiap pedagang akan diberikan QR Code yang memuat data identitas dan besaran retribusi berdasarkan ukuran lapak masing-masing. Juru pungut kemudian memindai QR Code menggunakan aplikasi Android, sehingga besaran tagihan akan muncul secara otomatis dalam aplikasi. Bank NTT juga menyiapkan empat unit telepon seluler Android serta empat unit printer bluetooth untuk mencetak struk pembayaran bagi pedagang.

Pos terkait