Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Charlie menjelaskan lebih rinci, bahwa saat ini posisi Bank NTT sudah berada di gerbang terakhir atau tahap paling akhir dari serangkaian persiapan panjang yang dilakukan. Satu-satunya pekerjaan rumah yang tersisa hanyalah proses integrasi sistem pelaporan secara daring atau online agar terhubung langsung dengan pangkalan data yang dikelola oleh pemerintah pusat. Hal ini menjadi syarat mutlak dan kewajiban bagi setiap bank pelaksana KUR, mengingat program ini merupakan program pemerintah yang memberikan fasilitas subsidi bunga kepada debitur.
“Kita sedang di tahap akhir sekali. Ini tinggal menyelesaikan proses agar sistem kita bisa terhubung online dengan Kementerian Keuangan. Sebagaimana diketahui bersama, mekanisme KUR itu setiap kali disalurkan oleh bank pelaksana, maka bank tersebut berhak mendapatkan subsidi bunga dari pemerintah. Nah, aliran data dan pelaporannya harus terhubung secara langsung dan akurat, agar hak-hak masyarakat maupun mekanisme penyaluran dana subsidi dari pemerintah berjalan lancar tanpa hambatan,” ungkapnya.
Lebih jauh, Charlie mengakui bahwa proses persiapan yang dilakukan Bank NTT kali ini memakan waktu yang cukup panjang dan detail. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat bank daerah ini sudah cukup lama vakum atau tidak lagi menjalankan program KUR sejak tahun 2019 silam. Ketiadaan layanan ini selama beberapa tahun terakhir membuat sejumlah prosedur, aturan, serta sistem teknologi informasi perlu diperbarui kembali menyesuaikan dengan regulasi terbaru yang berlaku saat ini.






