Lansia 70 Tahun Meninggal di Pos Pengungsian Mbay Nagekeo, Diduga Akibat Kelaparan dan Keterbatasan Bantuan Pasca Gempa 7,7 SR

| Editor: Wanster Buu
Situasi dan kondisi Warga kecamatan Aesesa, Kabupaten Nagekeo yang mengungsi di tenda mandiri, minggu (16/08).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Tim redaksi Suluh-Desa.com terus berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak-pihak yang berada di sekitar tenda pengungsian, relawan, serta Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nagekeo, guna memastikan kronologi kejadian dan penyebab kematian Said Goa secara lebih rinci dan akurat.

Perlu diketahui, gempa berkekuatan 7,7 SR yang berpusat di wilayah Kabupaten Nagekeo pada Sabtu siang kemarin mengguncang hampir seluruh wilayah Pulau Flores, telah merusak infrastruktur fasilitas umum maupun pribadi dan memicu kepanikan massal. Ribuan warga meninggalkan rumah mereka dan berdatangan ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman dan lebih tinggi, takut terjadinya tsunami serta runtuhnya bangunan. Sejak saat itu, banyak warga memilih bermalam di tempat terbuka tanpa perlindungan yang memadai, tanpa makanan yang cukup, dan tanpa akses pelayanan kesehatan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Kondisi kelompok lanjut usia di tempat pengungsian menjadi perhatian paling serius di tengah situasi darurat ini. Keterbatasan pasokan makanan, air bersih, tempat berteduh, serta tekanan psikologis pasca bencana sangat rawan menyebabkan kondisi kesehatan pengungsi lansia memburuk dengan cepat.

Suluh-Desa.com akan terus memantau perkembangan situasi di lokasi pengungsian Mbay, serta berharap agar bantuan kemanusiaan dapat segera tiba dan disalurkan secara merata kepada seluruh warga yang membutuhkan di Kabupaten Nagekeo dan wilayah terdampak lainnya.**

Pos terkait