Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Dalam pertemuan ini, masing‑masing pemerintah kabupaten menyampaikan laporan perkembangan terkini mengenai tingkat inflasi, kondisi ketersediaan bahan pangan, serta kemajuan pelaksanaan program digitalisasi transaksi dan layanan publik. Seluruh peserta sepakat bahwa sinergi lintas wilayah dan lintas sektor menjadi kunci utama agar inflasi tetap terkendali sekaligus percepatan transformasi digital berjalan efektif dan merata.
Pengendalian Inflasi: Kolaborasi dan Prinsip “3T” di Tengah Ketidakpastian
Dalam arahannya, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan bahwa tantangan saat ini masih cukup berat akibat dinamika ekonomi global maupun domestik yang belum sepenuhnya stabil. Oleh karena itu, upaya menekan dan menjaga kestabilan harga tidak dapat berjalan sendiri‑sendiri, melainkan butuh kerja sama yang erat.
“Di tengah berbagai tantangan yang terus berkembang, kita perlu memperkuat sinergi dan inovasi agar pengendalian inflasi semakin efektif. Seluruh program yang dijalankan harus berpegang teguh pada prinsip 3T: Tepat Waktu, Tepat Sasaran, dan Tepat Lokasi, agar manfaatnya benar‑benar dirasakan langsung oleh masyarakat,” tegas Adidoyo Prakoso.
Ketiga pemerintah daerah yakni Ngada, Nagekeo, dan Ende juga menegaskan komitmen bersama untuk menjaga tingkat inflasi tetap berada dalam kisaran sasaran nasional, yaitu 2,5 persen dengan batas simpangan ±1 persen. Strategi yang ditempuh meliputi penyusunan program‑program pengendalian yang inovatif serta berkelanjutan, dengan pondasi utama berupa peningkatan produktivitas pangan guna memperkokoh ketahanan pangan daerah dalam jangka menengah maupun panjang.






