Karnaval Budaya Jamda NTT 2026 Hadirkan Pesan Persatuan dan Dorong Ekonomi Kerakyatan

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Selain menyuguhkan keindahan keberagaman budaya, kehadiran ribuan peserta dan penonton ini membawa dampak berlipat ganda atau multiplier effect yang sangat terasa bagi perekonomian warga setempat. Area Saboak Taman Nostalgia yang menjadi titik akhir pawai seketika berubah menjadi pusat pasar rakyat yang hidup. Puluhan pedagang yang menjajakan kuliner khas daerah, kerajinan tangan, hingga aneka jajanan tradisional melaporkan adanya lonjakan omzet yang mencapai dua hingga tiga kali lipat dibandingkan hari-hari biasa.

Tidak hanya pedagang di lokasi pemberhentian, dampak positif juga dirasakan oleh penyedia jasa transportasi lokal seperti ojek pangkalan, ojek daring, hingga sopir angkutan kota yang melayani rute di sekitar jalur karnaval. Begitu pula dengan pengelola lahan parkir dan warung-warung warga yang berada di sepanjang lintasan pawai, yang mengalami peningkatan jumlah pembeli secara signifikan pada hari pelaksanaan kegiatan.

Bacaan Lainnya

“Karnaval budaya ini membuktikan dengan nyata bahwa kegiatan kepramukaan tidak hanya berfokus pada pembentukan karakter dan kedisiplinan semata. Lebih dari itu, kegiatan berskala besar seperti ini mampu menjadi mesin penggerak atau engine ekonomi kerakyatan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Kupang,” ujar Ketua Bidang Panggung Aksi dan Resolusi Isu Sosial Kwarda NTT di sela-sela kegiatan.

Pos terkait