Dugaan Korupsi Dana Pengamanan Paskah Rp1,8 Miliar, Kapolres Flotim Disebut Jadi Otak, Bendahara Dijadikan Tumbal?

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Lebih jauh, diduga sebagian dana operasional yang merupakan hak anggota yang bertugas keras di lapangan justru digunakan untuk kepentingan pribadi dan keluarga Kapolres.

“Perbuatan ini jelas memalukan dan merusak citra institusi Polri. Mengambil dana publik untuk kebutuhan pribadi pada momen sakral seperti Natal dan Paskah, ketika anggota bekerja keras demi keamanan masyarakat, dinilai sangat tidak etis,” tegasnya.

Pihak Polda NTT Bungkam

Hingga berita ini ditayangkan, pihak kepolisian daerah belum memberikan konfirmasi resmi terkait dugaan kasus ini.

Kabid Propam Polda NTT, AKBP Muhammad Andra Wardhana, yang dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada pukul 20:29 WITA, tidak memberikan jawaban meskipun pesan telah terbaca.

Sementara itu, Kapolda NTT, Irjen Pol. Dr. Rudy Dharmoko saat dikonfirmasi pukul 20:34 WITA justru mengarahkan awak media untuk menghubungi jajaran lain. “Silahkan lgs (langsung) ke Kabid Humas,” tulisnya singkat.

Upaya konfirmasi kepada Kabid Humas Polda NTT, Kombes Pol. Hendry Novika Chandra pada pukul 20:50 WITA juga belum membuahkan hasil hingga berita ini diturunkan. Status hukum Kapolres Flotim dan kronologi pasti kasus dugaan korupsi dana pengamanan ini masih menjadi tanda tanya besar.**

Pos terkait