Dugaan Korupsi Dana Pengamanan Paskah Rp1,8 Miliar, Kapolres Flotim Disebut Jadi Otak, Bendahara Dijadikan Tumbal?

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Kupang, Suluh-Desa.com – Citra institusi Polri kembali tercoreng di tengah suasana bahagia umat Kristiani yang merayakan momen Kebangkitan Yesus Kristus pada Hari Raya Paskah. Kebahagiaan yang dirasakan lintas profesi, suku, dan ras ini seharusnya berjalan aman berkat pengamanan aparat. Namun, kepercayaan publik kembali diuji dengan munculnya kasus dugaan penyalahgunaan wewenang yang melibatkan pimpinan di jajaran Polres Flores Timur (Flotim).

Polri memiliki peran vital dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Tugas mulia ini menjadi pincang ketika ada oknum yang justru menyalahgunakan kepercayaan dan anggaran negara.

Dikutip dari korantimor.com, berdasarkan informasi yang dihimpun dari sumber internal Polda NTT pada Minggu (05/04/2026), terungkap dugaan kasus penggelapan dana DIPA tahun anggaran 2025 yang melibatkan Kapolres Flores Timur, AKBP Adhitya Octorio Putra, S.I.K. Nilai kerugian negara diduga mencapai Rp1,8 Miliar.

Dana tersebut seharusnya digunakan untuk kebutuhan operasional anggota di lapangan, khususnya dalam rangka pengamanan perayaan Natal dan Paskah umat Kristen di wilayah Flotim.

Bendahara Diamankan, Kapolres Belum Ditahan

Ironisnya, dalam kasus ini, pihak yang telah diamankan dan diperiksa adalah Bendahara Polres Flotim, Aipda Robert Kurniawan. Ia kini diamankan tim Propam Polda NTT, diperiksa penyidik Tipikor, serta menjalani proses pemeriksaan etik pasca dimutasi ke Yanma Polda NTT. Namun, sang atasan langsung selaku Kapolres Flotim hingga berita ini diturunkan diduga belum menjalani penahanan.

Pos terkait