Dugaan Korupsi Dana Pengamanan Paskah Rp1,8 Miliar, Kapolres Flotim Disebut Jadi Otak, Bendahara Dijadikan Tumbal?

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

“Kalau Kapolres diduga gelapkan uang pengamanan satu tahun, itu berarti termasuk Paskah dan Natal. Karena di Flotim-Larantuka, ibadat Paskah seperti Semana Santa melibatkan ribuan personel mengingat banyaknya peziarah yang datang dari luar negeri maupun kota se-NTT. Ini merusak citra Polri. Jangan hanya karena pengamanan besar di momen sakral dimanfaatkan untuk ambil uang. Sudah begitu korbankan orang lain,” kritik sumber tersebut yang meminta namanya dirahasiakan.

Diduga Perintah Langsung, Ada Bukti Transfer

Sumber mengungkapkan bahwa pemotongan dana miliaran rupiah itu diduga merupakan perintah langsung dari Kapolres yang dijalankan oleh bendahara. Menurut sumber, posisi bendahara hanyalah sebagai pengelola administrasi yang wajib menaati perintah pimpinan dalam penyaluran anggaran.

Ada kekhawatiran yang kuat bahwa Aipda Robert kini sedang “dijadikan tumbal” dalam kasus korupsi ini.

“Seharusnya kasus ini ditelusuri hingga pimpinan sang Bendahara yakni AKBP Adhitya Octorio Putra. Karena bendahara berada dalam posisi sulit harus mengikuti arahan pimpinan terkait distribusi dana operasional, yang seharusnya menjadi hak anggota. Kapolres yang perintah. Ada bukti transfer ke Kapolres,” ungkap sumber tersebut.

Pos terkait