Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Karena lokasinya sering tergenang air, kami tidak bisa membangunnya seperti jalan biasa. Kami lakukan perlakuan khusus agar jalan ini kuat dan tidak mudah rusak,” ungkap salah satu pengawas lapangan.
Secara teknis, tahapan pengerjaan dimulai dengan penggalian badan jalan sedalam 30 sentimeter. Setelah itu, dilakukan penimbunan menggunakan material urugan pilihan setinggi 30 sentimeter untuk memperkuat pondasi tanah. Hingga saat ini, volume material timbunan yang telah digunakan mencapai lebih dari 300 meter kubik. Proyek ini juga didukung dengan rencana cadangan material dari PT HMN yang dimiliki oleh Haji Rahman untuk menjamin kelancaran pasokan selama pengerjaan.
Dari total panjang jalan yang direncanakan mencapai 471 meter, sejauh ini sudah terpasang cor beton sepanjang 220 meter. Spesifikasi teknis jalan ini dirancang cukup kokoh, dengan ketebalan lapisan beton mencapai 50 sentimeter. Lebar keseluruhan badan jalan adalah 6,5 meter, yang dilengkapi dengan bahu jalan dengan ukuran bervariasi serta trotoar selebar 2 meter di sisi kanan dan kiri untuk keamanan pejalan kaki.
Menggunakan Ribuan Batang Besi untuk Kekuatan Struktur
Karena kondisi tanah yang kurang stabil dan sering tergenang, pembangunan Jalan GOR Oepoi membutuhkan penggunaan material penguat yang jauh lebih banyak dibandingkan jalan raya pada umumnya. Salah satu komponen utama adalah besi tulangan yang dipasang secara rapi dan teratur.






