Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Luasan lahan untuk komoditas sawit ini akan semakin luas jika ditambah dengan lahan dari kelompok transmigran swakarsa, kawasan eks kawasan transmigrasi, serta hasil perluasan lahan secara legal lainnya,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Wakil Menteri Transmigrasi juga menceritakan pengalaman kunjungan kerjanya ke Kawasan Transmigrasi Kuamang Kuning, Kabupaten Bungo, Provinsi Jambi. Ia menjelaskan bahwa mayoritas transmigran yang ditempatkan di kawasan tersebut sejak tahun 1985 bekerja sebagai petani kelapa sawit. Seiring berjalannya waktu, apa yang ditekuni oleh mereka ternyata mampu meningkatkan kesejahteraan hidup keluarga masing-masing.
“Dalam mengelola perkebunan sawit, warga transmigran ada yang menjalin kerja sama dengan perusahaan swasta, dan ada pula yang mengelola secara mandiri. Setelah masa kerja sama dengan perusahaan swasta berakhir, pengelolaan perkebunan selanjutnya dilakukan secara mandiri, bahkan sebagian besar lahan tersebut telah menjadi milik resmi warga,” tuturnya.
Lebih lanjut, Viva Yoga menyampaikan keterangan dari para petani sawit di kawasan tersebut yang menyatakan bahwa mereka merasa nyaman dan sejahtera sebagai petani sawit. Komoditas ini dinilai mampu meningkatkan pendapatan keluarga, sehingga mereka juga mampu menyekolahkan anak-anak hingga ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi.






