Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Kerja sama ini bukan sekadar urusan akademik atau administrasi semata, melainkan upaya kolektif untuk memperkuat kualitas kesehatan masyarakat di seluruh daratan Timor. Kami percaya, kemajuan Nusa Tenggara Timur harus berjalan beriringan dengan dukungan bagi wilayah tetangga agar kita semua dapat tumbuh dan berkembang bersama,” ujar Prof. Annytha dalam sambutannya.
Ia berharap kehadiran mahasiswa Timor Leste di Undana tidak hanya menambah wawasan ilmiah, tetapi juga memperkuat ikatan persaudaraan dan kerja sama antarmasyarakat kedua negara.
Kebijakan Afirmasi: Potong Biaya Pendidikan demi Akses yang Lebih Luas
Salah satu poin paling krusial dan menjadi sorotan utama dalam kesepakatan ini adalah kebijakan afirmasi biaya pendidikan yang diterapkan khusus bagi mahasiswa asal Timor Leste. Mengingat tingginya biaya pendidikan kedokteran di tingkat nasional, Undana mengambil langkah progresif dan penuh semangat kebersamaan dengan meniadakan pungutan Iuran Pengembangan Institusi (IPI) bagi mahasiswa UCT.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Kedokteran Hewan (FKKH) Undana, Dr. dr. Christina Olly Lada, M.Gizi., menjelaskan bahwa melalui berbagai upaya efisiensi anggaran dan dukungan institusi, tarif Sumbangan Pembinaan Pendidikan (SPP) bagi mahasiswa tersebut ditetapkan sebesar Rp15 juta per semester. Angka ini jauh di bawah standar maksimal yang diizinkan dalam regulasi nasional, yang mencapai batas atas Rp25,6 juta per semester.






