Pemkab Sikka, Flotim, Lembata dan BI NTT Gelar HLM, Fokus Kendalikan Inflasi dan Percepat Digitalisasi

| Editor: Wanster Buu
Kepala KPw BI NTT Adidoyo Prakoso (tengah), foto bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dan Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) di Sikka Maumere, Rabu (01/04).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Kenaikan tersebut diakibatkan oleh normalisasi tarif listrik setelah sebelumnya adanya insentif diskon pada periode Januari–Februari 2025.

“Berdasarkan data tahun 2024 dan 2025, inflasi diperkirakan cenderung terjadi pada bulan-bulan festive season seperti Paskah maupun perayaan lainnya. Untuk itu, perlu dilakukan upaya pengendalian seperti Gerakan Pangan Murah (GPM) dibarengi subsidi ongkos angkut, sidak pasar, himbauan belanja bijak, hingga pengembangan KAD B2B (business-to-business) dan pengembangan komoditas klaster pangan berdasarkan local champion,” jelas Adidoyo.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Optimalisasi Digitalisasi dan Pendapatan Daerah

Dalam pertemuan tersebut juga dibahas mengenai penerimaan pajak dan retribusi di ketiga kabupaten yang secara umum meningkat pada tahun 2025. Namun, masih terdapat ruang untuk optimalisasi, khususnya pada ketersediaan dan pemanfaatan kanal digital belanja daerah di Kabupaten Flores Timur dan Lembata.

Untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas, diusulkan beberapa langkah strategis antara lain: perluasan implementasi Kartu Kredit Indonesia (KKI) segmen pemerintah, optimalisasi penggunaan QRIS, implementasi SP2D Online, serta sosialisasi dan edukasi yang dilakukan secara rutin kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Pos terkait