Stabilitas Sektor Keuangan Tetap Terjaga, Kredit Perbankan Tumbuh 12,67 Persen

Foto Pertemuan Daring Tim Assesmen Sektor Jasa dan Keuangan OJK 

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Jakarta, Suluh-Desa.Com – Stabilitas sektor jasa keuangan nasional tetap terjaga di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, tekanan geopolitik, serta volatilitas pasar komoditas. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja intermediasi perbankan, kualitas kredit, likuiditas, dan ketahanan permodalan yang masih berada pada level solid.

Penilaian tersebut disampaikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulanan pada 29 Juli 2026. OJK menilai sektor jasa keuangan nasional masih memiliki daya tahan yang memadai untuk mendukung aktivitas perekonomian domestik, meskipun lingkungan eksternal menghadapi sejumlah tekanan.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Tekanan eksternal terutama berasal dari meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah yang kembali mendorong kenaikan harga minyak. Pada saat yang sama, IMF merevisi turun proyeksi pertumbuhan ekonomi global 2026 menjadi 3 persen dari proyeksi sebelumnya sebesar 3,1 persen.

Di dalam negeri, sejumlah indikator makroekonomi justru menunjukkan perkembangan yang relatif stabil. Inflasi Juli 2026 tercatat sebesar 2,88 persen secara tahunan, sementara aktivitas manufaktur kembali berada di zona ekspansi dengan PMI sebesar 50,2.

Intermediasi Perbankan Menguat

Dari sektor perbankan, pertumbuhan kredit menjadi salah satu indikator utama penguatan fungsi intermediasi.

Pos terkait