Kisah Perjuangan Marciano, Siswa SD Asal NTT “Gunakan Kaus Kaki Arang” ke Sekolah

| Editor: Wanster Buu
Ayah Marciano sedang mengoles Arang Wajan pada kulit kaki Marciano, agar menyerupai Kaus Kaki.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Sebagai orang yang sederhana dan tidak terbiasa menjadi sorotan publik, Yanto mengaku sangat terkejut dan tidak menyangka bahwa apa yang dilakukan untuk anaknya akan mendapat respon sebesar ini. Ia memilih untuk menerima segala tanggapan yang datang dengan hati yang lapang dan sikap yang bijaksana. Baginya, video tersebut bukanlah cara untuk menyindir pihak mana pun, baik itu pemerintah, lembaga terkait, maupun masyarakat umum. Ia juga tidak bermaksud untuk menampakkan kemiskinan keluarga demi mendapatkan bantuan semata. Sebaliknya, rekaman itu adalah potret nyata dari kehidupan sebuah keluarga kecil di daerah pelosok, yang harus berjuang menghadapi berbagai keterbatasan dan kesulitan ekonomi, namun tetap tidak melupakan pentingnya pendidikan bagi masa depan anak-anak mereka.

Kisah perjuangan Marciano tidak berhenti pada masalah kaus kaki yang tidak dimilikinya. Di balik rutinitas berangkat sekolah setiap hari, ada perjalanan berat yang harus ia lalui dengan penuh ketekunan dan semangat. Setiap pagi, Marciano harus menempuh jarak sekitar 3 hingga 4 kilometer untuk sampai ke gedung sekolahnya. Jalan yang ia lalui bukanlah jalan beraspal yang halus, melainkan jalan setapak dan jalur pintas yang seringkali terjal, berlumpur saat musim hujan, dan menantang fisik seorang anak sekolah dasar. Bayangkan saja jalan pintas saja dengan jarak 3 hingga 4 KM, apalagi melalui jalan umum, akan lebih jauh dari itu. Namun, kesulitan perjalanan itu tidak pernah membuatnya mengurungkan niat untuk belajar. Bagi Marciano, sekolah adalah tempat di mana ia bisa menambah pengetahuan, bertemu teman-teman, dan menggapai mimpi-mimpi kecilnya untuk masa depan yang lebih baik.

Pos terkait