Pengendalian Inflasi Daerah dan Pengakuan Nasional atas Kinerja Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur

| Editor: Wanster Buu
Daniel Tonu, Komisioner Komisi Informasi NTT. Dok : GA

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Penghargaan yang diserahkan Kementerian Dalam Negeri tersebut seharusnya menjadi semangat dan energi baru bagi seluruh jajaran pemerintahan provinsi untuk bekerja lebih giat dan memperkokoh apa yang telah dicapai. Dana bantuan sebesar 3 miliar Rupiah yang diterima harus dimaknai sebagai kepercayaan besar dari negara, sehingga penggunaannya wajib direncanakan dan dilaksanakan secara bijaksana, produktif dan tertuju langsung pada hal-hal yang memberi dampak nyata bagi masyarakat. Dana tersebut dapat dipergunakan untuk memperkuat jaringan pemantauan harga harian, menjamin kelancaran pengiriman barang strategis, menambah jumlah cadangan persediaan daerah, memperluas jangkauan pasar murah, menerapkan sistem pencatatan data berbasis teknologi terkini, serta melakukan intervensi cepat terhadap jenis barang yang sering kali menjadi penyebab utama kenaikan harga.

Keberhasilan ini pula menjadi kebanggaan milik seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur. Bukan hanya pemerintah provinsi yang menorehkan prestasi, namun sejumlah pemerintah kabupaten juga menunjukkan kemampuan dan hasil kerja yang sangat membanggakan dalam ajang penilaian yang sama. Kabupaten Sumba Timur misalnya, meraih peringkat terbaik pertama dalam kategori pengendalian inflasi di tingkat kabupaten se-wilayah Nusa Tenggara dan Maluku. Keberhasilan juga tercatat pada kategori penurunan angka pengangguran terbuka: Kabupaten Lembata meraih juara pertama, disusul Kabupaten Alor di peringkat kedua, dan Kabupaten Sikka menempati posisi ketiga. Rangkaian prestasi ini membuktikan bahwa gerak pembangunan di wilayah ini mulai berjalan serentak dengan semangat kerja sama antardaerah demi kemajuan bersama.

Pos terkait