Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kegiatan ini juga dihadiri oleh para pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi NTT, para kepala sekolah, tenaga pendidik, serta siswa-siswi mulai dari jenjang Sekolah Dasar (SD), Sekolah Menengah Pertama (SMP), hingga Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai kabupaten dan kota di NTT yang hadir baik secara langsung maupun melalui sambungan video konferensi.

Literasi sebagai Fondasi Karakter dan Kemajuan Daerah
Dalam sambutan pembukaannya, Bunda Literasi Provinsi NTT, Mindriyati Astiningsih Laka Lena, menyampaikan pesan penting mengenai makna literasi dalam kehidupan bermasyarakat. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari keluarga, sekolah, hingga lingkungan pemerintahan dan masyarakat luas, untuk menjadikan kegiatan literasi sebagai sebuah budaya yang tumbuh dan terbiasa dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, bukan hanya sekadar kegiatan sesaat atau program seremonial.
Menurutnya, kebiasaan membaca, belajar, mencari informasi, serta memahami dan mengolah pengetahuan harus ditanamkan dan dibiasakan sejak usia dini. Hal ini dinilai sangat krusial untuk mempersiapkan kualitas sumber daya manusia di masa depan. Dengan memiliki budaya literasi yang kuat, generasi muda Nusa Tenggara Timur diharapkan mampu tumbuh dan berkembang menjadi pribadi yang berwawasan luas, berpikir kritis, kreatif, inovatif, serta memiliki rasa percaya diri yang tinggi dalam menghadapi berbagai perubahan dan tantangan zaman yang terus berkembang dengan sangat cepat.






