Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Pemerintah menyadari bahwa membangun budaya literasi tidak dapat dilakukan sendiri, melainkan butuh kerja sama semua pihak. Sinergi yang kita bangun hari ini adalah bukti keseriusan kita mempersiapkan masa depan Nusa Tenggara Timur yang lebih cerah,” tegas Henderina.
Selanjutnya, Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI, Hafidz Muksin, juga turut memberikan sambutan dan menyampaikan apresiasi yang tinggi atas semangat, inisiatif, dan keterlibatan aktif berbagai pihak di NTT dalam mendukung dan menggerakkan gerakan literasi di daerah ini.
Beliau menegaskan bahwa makna literasi tidak boleh dipersempit hanya sebatas kemampuan dasar membaca dan menulis semata. Lebih dari itu, literasi merupakan fondasi utama dan sangat penting dalam proses pembentukan karakter kepribadian, memperluas wawasan dan cara pandang, serta menjadi penentu utama dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Seseorang yang memiliki kemampuan literasi yang baik akan lebih mudah menyerap ilmu pengetahuan, memahami masalah, dan mencari solusi yang tepat bagi kemajuan diri maupun lingkungannya.
“Literasi adalah kunci untuk membuka pintu kemajuan. Jika kita ingin membangun daerah yang maju, sejahtera, dan bermartabat, maka kita harus mulai dengan membangun masyarakat yang gemar membaca, gemar belajar, dan cerdas dalam mengelola informasi,” ujar Hafidz Muksin.






