Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Juan Intan Kanggrawan kemudian memperdalam bahasan tentang pemanfaatan AI untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan di NTT. Ia memberikan berbagai contoh nyata bagaimana teknologi dapat membantu petani meningkatkan hasil panen, membantu pelaku UMKM menjangkau pasar yang lebih luas, hingga membantu pemerintah dalam merencanakan pembangunan yang tepat sasaran di tengah kondisi geografis NTT yang beragam .
Terakhir, Rusli Kuwanto menyampaikan materi bertema “Berubah untuk Bertumbuh”. Materi ini mengajak seluruh peserta untuk berani meninggalkan kebiasaan lama yang kurang produktif, membuka diri terhadap perubahan, dan berani melangkah menjadi pelopor kemajuan di lingkungan masing-masing.
Sebagai kegiatan yang dirancang secara hibrid, pelatihan ini membuktikan bahwa teknologi dapat menjembatani jarak antar daerah di NTT. Peserta yang bergabung dari daerah terpencil pun dapat mengikuti materi secara langsung, berdiskusi, dan berinteraksi dengan pemateri maupun peserta dari Kota Kupang.
Penyelenggara menargetkan, dari kegiatan ini akan lahir 100 Champion AI dan Bioteknologi yang nantinya akan kembali ke daerah asalnya masing-masing untuk menyebarkan ilmu yang didapat, serta menciptakan berbagai ide dan karya nyata yang berbasis teknologi demi kemajuan desa dan daerah di Nusa Tenggara Timur .






