Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Ia mengingatkan fakta sejarah yang membanggakan bagi masyarakat di wilayah ini, bahwa gagasan dasar negara Pancasila lahir dan digagas oleh Bung Karno melalui proses perenungan mendalam saat berada di tanah Flores, wilayah Nusa Tenggara Timur. Berangkat dari fakta sejarah tersebut, dr. Christian menekankan bahwa masyarakat NTT memiliki tanggung jawab moral yang besar dan kehormatan khusus untuk menjadi yang terdepan dalam menghidupkan, memelihara, dan mengamalkan nilai-nilai Pancasila di tengah kehidupan bermasyarakat.
“Kita sebagai masyarakat Nusa Tenggara Timur harus merasa bangga dan harus menjadi yang paling awal serta paling gigih dalam mengamalkan nilai-nilai luhur Pancasila ini. Pancasila tidak cukup dan tidak bermakna jika hanya dihafal bunyinya, hanya diucapkan dalam janji saat upacara bendera, atau hanya digantungkan di dinding kantor. Nilai-nilai Pancasila harus hadir dan tercermin dalam tindakan nyata kita setiap hari, dalam setiap keputusan yang kita ambil, serta dalam setiap pelayanan yang kita berikan kepada rakyat,” ujarnya mengingatkan.
Penerapan nilai Pancasila dalam birokrasi, menurutnya, tercermin dari sikap jujur, adil, bekerja sama, menghargai perbedaan, serta berdedikasi tinggi demi kepentingan bangsa dan negara di atas kepentingan pribadi maupun golongan.
