Perbankan Syariah Indonesia Tumbuh Solid 10,49 Persen: Aset Tembus Rp1.061 Triliun

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Penguatan Struktur: Terbentuk Bank Besar dan Konsolidasi BPR Syariah

Salah satu fokus utama dalam roadmap tersebut adalah penguatan struktur dan ketahanan industri. Berkat kebijakan konsolidasi dan penguatan permodalan, saat ini telah berdiri tiga bank syariah berskala besar yang telah mengisi posisi di kelompok Bank Berdasarkan Modal Inti (KBMI) 2 dan 3. Keberadaan bank-bank besar ini menjadi tulang punggung yang memberikan stabilitas dan kemampuan layanan yang lebih luas.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Pada tahun 2026 ini, struktur industri diproyeksikan akan semakin kokoh. Diharapkan akan terbentuk satu Bank Umum Syariah (BUS) baru yang lahir dari proses pemisahan usaha atau spin-off. Kehadiran bank baru ini nantinya akan langsung memperkuat posisi industri pada kelompok KBMI 2, sehingga persebaran kekuatan modal menjadi lebih merata dan kuat.

Penguatan struktur juga berlanjut hingga ke tingkat daerah, khususnya pada sektor Bank Perekonomian Rakyat (BPR) Syariah. Langkah konsolidasi aktif terus dilakukan melalui skema penggabungan usaha terhadap 21 unit BPR maupun BPR Syariah yang tersebar. Targetnya jelas: dari 21 bank tersebut akan dihasilkan 9 entitas baru yang lebih kuat permodalannya, lebih efisien operasionalnya, dan memiliki daya saing tinggi. Seluruh langkah ini merupakan wujud nyata dari implementasi pilar pertama RP3SI, yaitu Penguatan Struktur dan Ketahanan Industri Perbankan Syariah.

Pos terkait