Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Selain masalah infrastruktur, persoalan bencana alam juga semakin terasa serius dan menjadi perhatian utama. Pada bulan September 2025 lalu, wilayah Nagekeo dilanda banjir bandang yang menimbulkan kerusakan yang cukup besar, termasuk hancurnya sejumlah jembatan dan rumah warga yang menjadi tempat tinggal masyarakat. Kejadian bencana ini tidak hanya disebabkan oleh faktor alam semata, tetapi juga berkaitan erat dengan kerusakan lingkungan dan lemahnya pengelolaan tata kelola wilayah. Data yang ada menunjukkan bahwa daerah aliran sungai seperti DAS Aesesa mengalami penurunan daya dukung yang signifikan akibat kondisi lahan yang semakin kritis dan perubahan fungsi lahan yang tidak terkontrol. Jika kondisi ini terus dibiarkan berlangsung tanpa adanya upaya perbaikan yang serius, maka bencana alam akan menjadi masalah yang berulang setiap tahun dan menimbulkan kerugian yang semakin besar bagi masyarakat.
Di sisi lain, konflik yang berkaitan dengan pelaksanaan pembangunan juga mulai muncul dan menjadi perhatian publik, salah satunya terkait dengan proyek Bendungan Mbay-Lambo. Proyek strategis ini masih menghadapi berbagai persoalan yang belum terselesaikan, di antaranya masalah ganti rugi lahan dan kepastian status hak atas tanah yang dimiliki oleh masyarakat setempat. Persoalan ini menunjukkan bahwa dalam pelaksanaan pembangunan, sering kali prosesnya tidak melibatkan masyarakat secara adil dan transparan. Ketika masyarakat merasa dirugikan dan hak-haknya tidak diperhatikan dengan baik, maka timbulnya konflik menjadi hal yang tidak dapat dihindarkan lagi.
