Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Oleh : Silverius Yuniarto Ture Jogo
Mahasiswa Ilmu Politik Universitas Nusa Cendana, Kupang
Nagekeo, Suluh-Desa.com – Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini sedang menghadapi situasi yang cukup kompleks dalam perjalanan pembangunannya. Di satu sisi, pemerintah daerah terus mendorong pelaksanaan berbagai proyek pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, namun di sisi lain, persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi oleh masyarakat justru belum dapat diselesaikan dengan baik. Kondisi ini menggambarkan bahwa pembangunan yang berlangsung di wilayah tersebut belum sepenuhnya berpihak pada kepentingan rakyat secara luas.
Salah satu masalah yang paling nyata dan terasa oleh masyarakat adalah buruknya kualitas infrastruktur. Baru-baru ini, proyek pembangunan jalan yang dikerjakan dengan anggaran sekitar Rp18 miliar di ruas Mauponggo–Ngera–Pu’uwada dilaporkan sudah mengalami kerusakan parah, padahal proyek tersebut baru saja selesai dikerjakan dan diresmikan. Kejadian ini bukan sekadar masalah teknis yang biasa terjadi, melainkan mencerminkan adanya kelemahan yang mendasar dalam proses perencanaan dan pengawasan pelaksanaan pembangunan. Masyarakat yang telah menunggu puluhan tahun untuk mendapatkan akses jalan yang layak dan memadai justru kembali kecewa, sehingga pembangunan yang seharusnya dapat meningkatkan kesejahteraan dan menciptakan rasa percaya diri publik, malah berubah menjadi sumber ketidakpercayaan dan kekecewaan.
