Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Menurut Johni, pengembangan hilirisasi membutuhkan dukungan teknologi pengolahan, peningkatan kapasitas petani, serta pendampingan berkelanjutan dari penyuluh pertanian. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan lahan kosong untuk menanam tanaman produktif, termasuk kakao dan komoditas perkebunan lainnya.
“Tanah-tanah kosong harus kita manfaatkan agar menjadi lahan yang produktif. Kampanyekan gerakan menanam dan dampingi masyarakat supaya hasil pertanian serta perkebunan benar-benar mampu meningkatkan ekonomi keluarga dan pendapatan daerah,” tambahnya.
Penyuluh Didorong Berperan dalam Pembinaan Masyarakat
Di luar tugas teknis pertanian, Johni meminta para penyuluh turut berperan dalam membangun kesadaran masyarakat, khususnya generasi muda, mengenai pentingnya menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan.

Ia mengingatkan bahwa kebiasaan mengonsumsi minuman keras secara berlebihan dan perilaku yang memicu konflik dapat menghambat pembangunan serta aktivitas ekonomi masyarakat.
“Saya titip, di samping memberikan penyuluhan tentang pertanian, mari kita juga membimbing anak-anak dan keluarga kita. Ajarkan hal-hal yang baik, hindari mabuk-mabukan, dan ciptakan lingkungan yang aman. Kalau daerah kita tidak aman, pembangunan dan kegiatan ekonomi akan sulit berkembang,” tegasnya.






