Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Gereja St. Paulus Belo nantinya akan menjadi pusat pelayanan rohani yang sangat dinantikan keberadaannya oleh umat beriman di wilayah tersebut, sekaligus menjadi ikon baru pengembangan pelayanan Paroki St. Fransiskus dari Asisi BTN. Seluruh pihak yang terlibat berkomitmen untuk bekerja secara profesional, transparan, dan bertanggung jawab demi mewujudkan tempat ibadah yang layak, kokoh, dan indah sebagai sarana memuliakan Tuhan serta mempersatukan umat.
Pembangunan ini, diharapkan cepat selesai sehingga 18 Kelompok Umat Basis (KUB) yang ada di 9 wilayah Stasi St. Agustus Belo dapat secepatnya menikmati Kapela baru St. Paulus. Karena saat ini, Kapela Stasu St. Agustinus Belo tidak cukup menampung umat Stasi yang jumlahnya lebih dari 3 ribu umat.
Andreas Mbate, umat Sta. Elisabet menyampaikan terimakasih khusus kepada pastor Paroki, St. Fransiskus dari Assisi, RD. Longginus Bone, Pr., yang telah berjuang bersama dewan paroki, Stasi untuk menjawab kebutuhan umat dengan membangun sebuah gereja yang ukuran yang lebih besar di Stasi St Agustinus Belo yang nantinya Belo bakal memiliki dua Kapela yakni Stasi St Agustinus dan St Paulus.
Untuk diketahui, nama St. Paulus diambil dari nama depan dari seorang umat katolik saat itu, yang dengan segala kerendahan hati dan tulus, memberikan sebidang tanah untuk membangun gereja, yakni Paulus Lake. Sayangnya, Paulus Lake telah dipanggil oleh sang kalik, dan kini namanya diabadikan dengan nama Gereja St. Paulus Belo.**





