Gubernur Luncurkan NTT Mart di Lembata, Dorong Pemerataan Ekonomi Berbasis Produk Lokal

| Editor: Wanster Buu
Gubernur NTT dan rombongan saat di jemput oleh penari, kamis, 05/02/26.

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

“Sebanyak 80 persen produk diharapkan berasal dari Kabupaten Lembata dan 20 persen dari daerah lain di NTT. Seluruh produk harus memenuhi unsur sehat, bermutu, dan berkualitas sesuai standar Pemerintah Provinsi NTT,” tegas Gubernur.

Penguatan UMKM dengan Pendekatan 3M: Modal, Pendampingan, Pasar

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Dalam penguatan UMKM, Gubernur Melki menekankan pendekatan Modal, Pendampingan, dan Pasar. Dari sisi permodalan, Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi instrumen penting, namun harus disertai pendampingan agar pelaku UMKM mampu meningkatkan kualitas produksi, kemasan, serta literasi keuangan secara berkelanjutan.

“Dari sisi pasar, NTT Mart diposisikan sebagai instrumen utama. Pembelian produk lokal diharapkan dimulai dari ASN agar ekonomi rakyat bergerak dan neraca perdagangan daerah membaik. NTT harus menjadi provinsi yang produktif, bukan hanya konsumtif,” jelasnya.

Bupati Lembata: Produk Lokal Punya Wadah Pemasaran yang Layak

Sementara itu, Bupati Lembata, Petrus Kanisius Tuaq, menyampaikan bahwa kehadiran NTT Mart sejalan dengan kebutuhan masyarakat setempat. Sebelumnya banyak pelaku usaha menjual jagung titi di pinggir jalan, dan kini memiliki ruang pemasaran yang lebih layak.

“Peluncuran NTT Mart relevan dengan program Pemerintah Kabupaten Lembata, kami mempunyai pangan lokal jagung titi yang harapannya dapat menjadi produk unggulan dan dapat dipasarkan juga di daerah lain seperti di NTT Mart Kota Kupang, dengan dukungan Dekranasda Kabupaten Lembata dan Bank NTT,” pungkasnya.

Pos terkait