Gubernur NTT Tekanan Pentingnya Literasi Pendidikan di Flores Timur

| Editor: Wanster Buu
Gubernur NTT Melki Lakalena saat memberikan sambutan (tengah), didampingi Rovinus Lamawato (kanan), Bupati Flotim, Kadis Disperindag (kiri)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

“Meninggalnya Almarhum YBR adalah tamparan keras bagi kita semua. Ini merupakan kegagalan kita bersama, dan dari situ kita harus berani memperbaiki diri,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa NTT tidak boleh terus melihat diri sebagai daerah miskin, melainkan sebagai daerah yang kaya akan empati, kepedulian, dan potensi sumber daya alam. “Flores Timur ini subur, lautnya melimpah. Kalau potensi ini kita kelola dengan baik, maka anak-anak kita harus tumbuh dengan gizi yang baik dan pendidikan yang berkualitas,” katanya.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Gubernur juga menyebutkan bahwa NTT masih berada dalam tiga besar daerah dengan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) terendah di Indonesia. Oleh karena itu, ia menegaskan perlunya langkah tegas dalam sistem pendidikan.

“Kita tidak boleh membohongi diri sendiri. Anak yang belum bisa membaca dan menulis tidak boleh terus dinaikkan kelas. Lebih baik lulus lebih lama, tetapi berkualitas,” tegasnya.

Selain itu, Gubernur menegaskan agar Kepala Sekolah membatasi penggunaan gawai di lingkungan sekolah hanya untuk kepentingan pembelajaran. “Smartphone itu seperti narkoba bagi anak-anak. Terlalu banyak bermain smartphone membuat anak asosial, kecanduan, menurunkan IQ dan berdampak pada kesehatan. Termasuk juga penggunaan AI, harus dibatasi dan diawasi,” ujarnya.

Pos terkait