Panitia Pancawindu Imamat Pater Sebast Wadjang, SVD Gelar Rapat Perdana, Susun Rencana Acara Syukur yang Religius dan Sederhana

| Editor: Wanster Buu
Rapat Perdana Panitia Pancawindu, Sie Dokumentasi dan Publikasi, dipimpin oleh koordinator, Yosafat Koli, S.Fil., di Aula Gereja Santa Familia Sikumana, Minggu (17/05).

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

“Karena maknanya yang begitu dalam, seluruh rangkaian acara nantinya akan dikemas dengan nuansa religius, bermartabat, meriah, namun tetap tertib dan kental dengan semangat inkulturasi atau penyesuaian dengan budaya lokal kita. Hal terpenting dari semua ini adalah bagaimana perayaan ini mampu menjaga dan mempererat kebersamaan seluruh umat Paroki Santa Familia tanpa terkecuali,” ujar Robert Rero.

Ia juga menjelaskan bahwa puncak dari seluruh rangkaian perayaan syukur ini direncanakan akan dilaksanakan melalui perayaan Ekaristi Kudus yang khidmat dan agung, jatuh pada hari Minggu, 11 Juli 2027 mendatang. Momen ini diproyeksikan menjadi titik kulminasi ungkapan syukur atas rahmat dan karunia Tuhan yang telah menyertai perjalanan imamat Pater Sebast selama puluhan tahun.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Lebih lanjut, Robert mengajak dan mengharapkan partisipasi aktif dari seluruh umat yang ada di lingkungan paroki agar turut berperan serta menyukseskan setiap tahapan kegiatan yang telah dirancang. Ia menegaskan bahwa setiap kegiatan yang disusun panitia senantiasa akanParoki dipertimbangkan kembali relevansinya, agar tetap selaras dengan makna dasar perayaan yaitu ungkapan syukur kepada Tuhan.

Beberapa kegiatan unggulan yang telah masuk dalam daftar rencana kerja panitia antara lain penerbitan buku napak tilas yang akan memuat perjalanan panjang pengabdian dan pelayanan imamat Pater Sebast Wadjang. Selain itu, akan disiapkan pula berbagai pertandingan dan perlombaan yang dikemas dengan nuansa aksi panggilan, tujuannya untuk mengajak umat, khususnya kaum muda, semakin memahami dan menghargai makna panggilan pelayanan dalam gereja.

Pos terkait