Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Menurut Friderica, manajemen risiko iklim menjadi komponen strategis dalam arsitektur pengawasan, yang berfungsi sebagai jembatan untuk menerjemahkan kebijakan transisi nasional dan sinyal global ke dalam tata kelola, manajemen risiko, serta alokasi pembiayaan sektor keuangan.
Luncurkan Kerja Sama Strategis Indonesia-Inggris
Pada kesempatan tersebut, OJK bersama Pemerintah Inggris meluncurkan Indonesia–UK Strategic Partnership Working Group on Climate Financing sebagai wujud penguatan kerja sama dalam memobilisasi pendanaan untuk agenda keuangan berkelanjutan. Pembentukan kelompok kerja ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan kemitraan strategis antara Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Inggris Keir Starmer pada Januari 2026.
Peresmian dilakukan oleh UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra, Duta Besar Inggris untuk Indonesia Dominic Jermey, Pjs Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, serta Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Dian Ediana Rae.
Sektor Perbankan Punya Ketahanan yang Memadai
Dian Ediana Rae menyampaikan bahwa sektor perbankan memiliki ketahanan permodalan yang cukup untuk menyerap tekanan terkait iklim, yang tercermin dari rasio CAR yang berada di atas ketentuan regulasi. “Ini menunjukkan sektor perbankan tidak hanya tangguh terhadap risiko iklim, tetapi juga siap mendukung transisi ekonomi rendah karbon. Sistem keuangan yang tangguh adalah fondasi untuk stabilitas jangka panjang dan pertumbuhan berkelanjutan,” ucapnya.






