OJK dan Industri Perbankan Perkuat Komitmen Ekonomi Rendah Karbon, Luncurkan Kerja Sama Strategis dengan Inggris

| Editor: Wanster Buu
Pejabat Sementara Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi, menyampaikan sambutan, Kamis, (26/02)

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

UK Minister for the Indo-Pacific Seema Malhotra menegaskan bahwa tantangan risiko iklim membutuhkan respons kolektif. “Bank, regulator, dan investor sama-sama terpapar guncangan iklim. Oleh karena itu, perlu bergerak searah dengan pemahaman yang sama mengenai risiko ke depan,” katanya. Ia juga menekankan bahwa ketahanan sistem keuangan tidak hanya tentang mitigasi risiko, tetapi juga menangkap peluang ekonomi hijau.

Rilis Dua Publikasi Strategis

OJK juga merilis dua publikasi strategis, yaitu:

1. Climate Risk and Banking Resilience Assessment (CBRA): Kerangka asesmen yang dikembangkan bersama Pemerintah Australia dan Prospera untuk mengukur dampak risiko iklim terhadap ketahanan sektor perbankan serta menyediakan referensi berbasis sains bagi industri.
2. Indonesia Banking Sustainability Maturity Report 2025 (SMART): Hasil penilaian tingkat kematangan penerapan keuangan berkelanjutan pada sektor perbankan, yang diharapkan menjadi rujukan penyusunan kebijakan pengawasan.

Ke depan, ICBF direncanakan menjadi forum berkala sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi antara berbagai pihak untuk memberikan arah kebijakan keberlanjutan serta membangun kepercayaan pasar dalam mendorong pembiayaan iklim secara berkelanjutan.**

Pos terkait