Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Saya ditinggalkan oleh ibu kandung saat masih berumur sekitar satu tahun. Ibu membawa saya ke sini dan menyerahkan ke panti, hingga saat ini ayah dan ibu saya belum pernah datang menemuiku kembali. Ibu yang menitipkan saya dulu pun, sampai sekarang tidak ada kabar beritanya lagi,” kenang Dani dengan nada rendah namun penuh ketabahan.
Meski tak memiliki orang tua yang mendampinginya tumbuh dewasa, Dani beruntung mendapatkan kasih sayang dan dukungan penuh dari para suster. Kini, Dani sudah berstatus sebagai mahasiswa, dan seluruh biaya pendidikannya ditanggung sepenuhnya oleh para Suster PRR yang mendirikan dan mengelola panti ini.
Diketahui, Panti Asuhan Louis Demonfor berada di bawah naungan Tarekat Putri Regna Rosari (PRR), sebuah tarekat yang didirikan oleh almarhum MGR. Gabriel Manek, SVD. Hingga kini, PRR memiliki satu panti asuhan terbesar di Kota Kupang dengan jumlah penghuni lebih dari 70 anak. Mayoritas anak-anak yang tinggal di sini berasal dari Kabupaten Timor Tengah Selatan (TTS), yang datang dengan beragam kisah hidup dan keterbatasan nasib.
Suster Stanisia, yang saat ini dipercaya mengelola operasional dan kehidupan di Panti Asuhan Louis Demonfor, menjelaskan bahwa kegiatan berkebun ini bukan sekadar untuk memenuhi kebutuhan pangan, melainkan bagian dari pendidikan karakter dan kemandirian yang diajarkan kepada setiap anak asuh.





