Rapat Dewan Komisioner OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Terjaga di Tengah Tekanan Inflasi Global

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Di dalam negeri, dinamika ekonomi berjalan beragam. Dari sisi penawaran, sektor manufaktur kembali tumbuh ekspansif pada Mei 2026. Sementara dari sisi permintaan, aktivitas ekonomi tetap terjaga. Tekanan kenaikan harga energi global mendorong inflasi domestik naik pada Mei 2026, namun angkanya masih dapat dikendalikan. Neraca perdagangan Indonesia juga masih mencatatkan surplus, meskipun nilainya menurun dibandingkan periode sebelumnya. Sejalan dengan perkembangan tersebut, kinerja sektor jasa keuangan nasional tetap kokoh, fungsi intermediasi keuangan tumbuh positif, serta tingkat solvabilitas industri tetap terjaga pada level yang tinggi.

Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon: Konsolidasi namun Tetap Tangguh

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Pasar saham domestik mengalami fase konsolidasi pada Mei 2026 seiring tingginya ketidakpastian global dan penyesuaian portofolio yang dilakukan investor. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup di level 6.127,38 atau terkoreksi sebesar 11,92 persen secara bulanan (mtm) dan 29,14 persen sepanjang tahun (ytd). Meski mengalami penurunan harga, ketahanan pasar tetap terjaga dengan likuiditas yang memadai. Rata-rata selisih harga jual-beli (bid-ask spread) tercatat 1,50 persen, sedikit naik dari bulan sebelumnya namun masih dalam batas wajar. Nilai transaksi harian justru meningkat tajam menjadi rata-rata Rp22,86 triliun per hari dari sebelumnya Rp18,51 triliun pada April 2026. Selama Mei, investor asing mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp4,10 triliun, jauh lebih rendah dibandingkan penjualan bersih Rp17,02 triliun pada bulan sebelumnya.

Pos terkait