Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Kepala Perwakilan BI Provinsi NTT, Adidoyo Prakoso, menegaskan pentingnya orkestrasi kebijakan Pusat – Daerah dengan mengedepankan prinsip OKS. “Tema LPI tahun 2025 ini menegaskan pentingnya sinergi seluruh pemangku kepentingan, baik Pusat maupun Daerah, dalam menjaga ketahanan ekonomi sekaligus mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan,” ujarnya saat menyaksikan peluncuran bersama mitra seperti Pemerintah Provinsi NTT, Instansi Vertikal di NTT, ISEI Cabang Kupang, dan pimpinan redaksi media massa.
Adidoyo menambahkan bahwa keselarasan program di bidang pangan, energi, tenaga kerja, dan ekonomi kerakyatan akan menjadi kunci keberhasilan transformasi ekonomi. Sinergi juga diperlukan untuk mempercepat transformasi ekonomi NTT menjadi lebih produktif dengan inovasi tepat sasaran.
Peluncuran LPI 2025 diharapkan memicu motivasi dan memperkuat sinergi guna mendorong ekonomi lebih tangguh dan mandiri di tingkat nasional maupun regional. Laporan ini merupakan bentuk transparansi kebijakan BI sesuai dengan Pasal 58 ayat (7) UU No. 23 Tahun 1999 tentang Bank Indonesia yang telah diubah terakhir dengan UU No. 4 Tahun 2023.
LPI 2025 diharapkan menjadi referensi utama yang kredibel tentang perkembangan dan prospek ekonomi Indonesia, sinergi kebijakan nasional, dan arah kebijakan BI. Selengkapnya dapat diunduh dalam format digital melalui https://www.bi.go.id/id/LPI/default.aspx.**





