Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
“Bulan lalu kami bertemu langsung dengan Bapak Menteri. Awalnya Kota Kupang hanya dapat jatah 100 unit, tetapi setelah kami sampaikan kondisi dan kebutuhan masyarakat, alhamdulillah kita mendapat tambahan kuota menjadi total 500 unit rumah untuk warga Kota Kupang tahun ini,” ungkapnya disambut antusiasme dan tepuk tangan peserta sosialisasi.
Menurutnya, penambahan kuota ini adalah bentuk perhatian khusus pemerintah pusat terhadap kebutuhan perumahan di Kota Kupang, khususnya bagi warga yang membutuhkan hunian layak namun memiliki keterbatasan ekonomi.
Serena juga menyoroti masalah yang masih sering terjadi di lapangan, di mana ada warga yang mengundurkan diri dari program ini karena salah memahami konsep kata “swadaya”. Ia menegaskan bahwa makna swadaya dalam program ini bukan berarti pemerintah melepas tanggung jawab atau warga harus menanggung biaya sendiri, melainkan sebuah nilai luhur untuk menghidupkan kembali semangat gotong royong.
“Ketika dengar kata swadaya, masyarakat langsung takut atau mundur. Padahal maknanya indah sekali, yaitu gotong royong, kerja bersama, saling membantu antar tetangga dan keluarga dalam pengerjaannya. Pemerintah tetap berikan bantuannya,” jelasnya. Ia mengajak para lurah, ketua RT, RW, tokoh masyarakat, hingga tenaga fasilitator lapangan untuk aktif melakukan edukasi agar tidak ada lagi kesalahpahaman yang membuat warga kehilangan kesempatan mendapatkan bantuan ini.





