Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com
+Gabung
Menurutnya, kompleksitas tersebut didorong oleh perkembangan aktivitas perbankan yang beragam, percepatan digitalisasi, evolusi modus penipuan dan pencucian uang, serta pembelajaran dari krisis perbankan global yang menegaskan pentingnya penguatan kerangka regulasi dan pengawasan berbasis prinsip kehati-hatian.
Dian menjelaskan bahwa OJK terus mendorong peningkatan kapabilitas pengawasan melalui pemanfaatan teknologi pengawasan canggih (suptech) berbasis kecerdasan artifisial dan machine learning, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Di sisi lain, OJK tetap mendukung perbankan untuk memperluas kegiatan usaha dan meningkatkan daya saing, dengan tetap menjaga stabilitas sistem keuangan.
Sejalan dengan meningkatnya inklusi keuangan dan perubahan preferensi nasabah, OJK secara aktif mendorong transformasi digital perbankan melalui Cetak Biru Transformasi Digital Perbankan sebagai landasan strategis. OJK juga memperkuat ketahanan digital melalui Pedoman Resiliensi Digital serta Pedoman Tata Kelola AI guna memitigasi risiko digital yang semakin kompleks.
OJK memberikan perhatian khusus terhadap risiko penipuan digital yang berkaitan dengan aset kripto. Meskipun memiliki potensi meningkatkan efisiensi sistem keuangan, aset kripto juga menyimpan risiko penyalahgunaan untuk mengaburkan dana ilegal, sehingga memerlukan penguatan pengaturan dan kerja sama lintas lembaga serta lintas negara. “Kerja sama lintas jurisdiksi menjadi sangat penting dan perlu diperkuat memperhatikan transaksi aset kripto yang bersifat lintas batas,” tegas Dian.





