OJK: Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Tetap Terjaga di Tengah Dinamika Geopolitik Global

| Editor: Wanster Buu

Berita Terkini, Eksklusif di WhatsApp Suluh-Desa.Com

+Gabung

Jakarta, Suluh-Desa.com – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memastikan stabilitas sistem keuangan Indonesia tetap terjaga dan terkendali meskipun dihadapkan pada meningkatnya ketidakpastian ekonomi global akibat eskalasi konflik geopolitik di kawasan Teluk. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Dewan Komisioner Bulanan OJK pada 1 April 2026.

Ketidakpastian global dipicu oleh gangguan infrastruktur energi dan penutupan jalur distribusi yang memicu lonjakan harga energi serta volatilitas pasar keuangan. Kondisi ini mempengaruhi proyeksi ekonomi dunia dan kebijakan moneter bank sentral global, termasuk ekspektasi suku bunga The Fed yang diprediksi tidak akan diturunkan sepanjang tahun 2026.

Bacaan Lainnya
Scroll kebawah untuk lihat konten
Iklan anda ingin di lihat ribuan orang?  Hubungi Kami!!!

Kinerja Sektor Keuangan Domestik
Meski tekanan eksternal meningkat, fundamental ekonomi dalam negeri tetap solid. Inflasi inti mengalami penurunan, aktivitas konsumsi tetap kuat dengan pertumbuhan penjualan ritel mencapai 6,89 persen year-on-year (yoy), serta neraca perdagangan yang surplus.

Berikut adalah perkembangan terkini di berbagai sektor:

1. Pasar Modal, Derivatif, dan Bursa Karbon

– IHSG ditutup pada level 7.048,22 per akhir Maret 2026.
– Investor Pasar Modal terus bertambah menjadi 24,74 juta atau tumbuh 21,51 persen year-to-date (ytd).
– Fundraising korporasi mencapai Rp51,96 triliun ytd.
– Aset Kripto: Tercatat 1.464 aset kripto yang dapat diperdagangkan dengan jumlah konsumen mencapai 21,07 juta.
– Penegakan Hukum: OJK memberlakukan sanksi administratif dengan total denda mencapai puluhan miliar rupiah, termasuk kasus manipulasi pasar dan pelanggaran pelaporan.

Pos terkait